Friday, May 18, 2007

Mati Gaya

Rambutku sudah mulai numbuh lagi sejak bergundul lebih sebulan lalu dan sekarang sedang bandel-bandelnya. Dengan panjang 3,5 sentian *Sy ukur lho!*, tak ada sisir yang mampu mengaturnya. Dalam kondisi kering rambutku lurus tegak berdiri tanpa bisa diapa-apain lagi. Mati gaya.

.............

2 hari lalu salah seorang rekan dari Bontang transit di kantor sebelum ber-long weekend ke jawa bersama Istri dan Baby-nya yang baru berumur 2 bulanan. Sy, sebagai jomblo terdahsyat *baca: tertua*, didaulat untuk menggendong si Baby. Sy tentu dengan senang menyambut tantangan tersebut, hitung-hitung penglaris. Halah.. :)

Masalahnya sejak si Baby di handover ke Sy sampai beberapa menit kemudian diambil kembali sama emaknya, Sy nda berani bergerak sedikit pun karena takut salah cara ngegendongnya. Tapi kehati-hatian versi Sy ini berbeda dengan kacamata teman-teman yang lain karena sorakan yang disertai tawa bahagia *baca: biadab* mereka semua yg Sy dengar kemudian adalah, "Woe, lu mati gaya ya!".

1 comment:

  1. Pak Adink, bersyukurlah masih bisa mati gaya, dari pada mati kutu, mati suri ato mati rasa... :D

    ReplyDelete