Friday, January 16, 2009

Complicated Heart

Seyogyanya saat-saat ini adalah saat-saat yang membahagiakan buat Sy. Sepulang mudik selama 2 mingguan di kampung, terikut ole-ole yang sudah lama tidak Sy jumpai. Sebenarnya masih jauh, berat dan gelap sih, tapi moment singkat di kamis itu sudah mengembalikan rasa-rasa yang sudah lama tidak terasa. GR sih memang tapi mo mi diapa, it feel really nice blah. Begituji

Tapi..

Penderitaan sodara-sodara Sy di Palestina sana yang semakin memuncak karena kebiadaban Yahudi laknatullah, selalu mencabik-cabik perasaaan Sy. Ditambah lagi 'dukungan' negara-negara arab (so called muslim?) terhadap yahudi ini lewat diamnya, semakin mencederai hati Sy. 

Perasaan-perasaan terluka inilah yang mendominasi hari-hari Sy. Bersama benak yang penat dengan berjuta 'andai' dan 'kalau' yang Sy tiada kuasa untuk melakukannya. Padahal mereka yang diam itu mampu melakukannya, Huh!.

Luka dan penat ini hanya bisa berujung dalam rapalan pada-Nya. Agar kekuatan, ketabahan, keikhlasan, kemenangan dan kemuliaan, Allah turunkan pada sodara-sodaraku ini. Agar hidayah, petunjuk dan keberanian, Allah anugerahkan pada pemimpin-pemimpin yang masih diam itu. Agar laknat, ketakutan, kekalahan dan kehinaan, Allah timpakan pada Yahudi beserta antek-anteknya itu.

*maaf rasa-rasa, sabbara'ni jolo nah*

2 comments:

  1. im completely broken heart. apalagi setelah membaca artikel tentang kebiadaban israel yg tidak membiarkan mayat anak2 yg mati syahid dikuburkan. tp menjadi makanan anjing2 mereka.astagfirullah..

    ReplyDelete