Sempat berhari-hari mainin ni game dengan database standar bawaan game yang tentu saja sudah pada basi. Seperti biasa Konami tidak pernah menyesuaikan databasenya dengan kondisi terupdate Player transfer. Belum lagi nama klub-klub Inggris yang karena tidak berlisensi jadi pada ngawur semua. Hal yang sama juga dialami oleh klub-klub Amerika Latin. Kalo kostum tim? Ancur!. Di seri ini kita juga mesti kehilangan tim-tim dari Bundes Liga. Grrr...
Cara terampuh untuk segera mengupdate semua kekurangan diatas adalah lewat Patch. Hanya saja cara ini perlu waktu lama karena menunggu hasil semedi dewa-dewa patch yang bisa bulanan. Konon sangat sulit membongkar proteksi file-file kostum timnya.
Cara yang lain adalah dengan mengedit sendiri lewat In game Editor yang makin lama makin powerfull. Cuma.. Sy terlalu sibuk untuk mengerjakan semua satu-satu -padahal memang tidak mampu, lagian Sy selalu percaya ada WE Freak diluar sana yang akan melakukannya dan dengan senang hati membagi option file-nya :)
Setelah lama searching kesana kemari nda dapet-dapet akhirnya setelah nyaris tak berdaya meja sebelah -salah satu tetua WE di kantor :) ngasih tau kalo dia sudah punya. Dan setelah usut punya usut ternyata selama ini Sy salah tempat nyarinya. Selama ini Sy nyarinya ke web dan forum Eropa, padahal ni game belum beredar di sana karena memang katenye Winning Eleven: Pro Evolution Soccer 2007 ini untuk pasar Amerika Utara! Trus kenapa Sy bisa dapetin nih game?, itu karena Sy hidup di Indonesia.. lho?
Abis ngopy tu Option file ternyata masalah belum selesai. Soalnya tiap kali Sy coba load pasti gagal dan error. Tapi kalo makenya Memory Card punya teman, bisa. Weleh-weleh curigation langsung tertuju ke Memory Card-ku.
Setelah diamat-amatin, dibanding-bandingin dan dibongkar-bongkar, dengan gagah berani Sy simpulkan kalo Memory Card-ku ini yang tidak original punya. Bisa dilihat dari Chipnya yang mereknya nda jelas juga dari sekrup dan casingnya yang kurang meyakinkan. Huugh!
Beberapa hari Sy hidup dalam ketersiksaan yang dalam, larut dalam nestapa. Betapa semuanya sudah kulakukan untukmu. Copy pake flash disk gagal, pake Code breaker nda jalan, pake System browsernya PS2 nihil, pake in game option file manager pun nda sukses. Trus apalagi yang harus kulakukan? Oh, Memory Card-ku.. kenapa engkau lakukan ini padaku!
Di satu malam yang indah.. ketika Sy sedang nonton DVD Heroes, tiba-tiba saja muncul ide soal si Memory Card ini.. -ide ini nda adaji hubungannya dengan itu film nah. Jangan-jangan tuh Memory Card karena Chipnya nda jelas, kapasitas juga jadi nda jelas, yah lebih kecil dikitlah dibanding dengan Memory Card yang original. Langsung beberapa skenario untuk menguji hipotesa itu berseliweran di palaku. DVD dimatikan, PS2 kunyalakan.
Dengan menggunakan fasilitas in game editor plus metode copy-save-load, satu-satu sy cobain. Mulai dari database pemain, team data, emblem, logo, nama stadion dan nama liga. Dan terbukti lewat cara ini ketahuan kalo ternyata sumber error itu adalah di emblem. Sepertinya Memory Card-ku ini tidak bisa menampung semua emblem yang sudah di-create dalam option file. Kemudian Sy hapus beberapa, coba save.. load.. and Voila... working like charm..! and I get my days back!
*woe! main WE terus... kapan hunting jod-nya?!*
Tuesday, May 15, 2007
Friday, May 04, 2007
Dapat Dopod
Baru saja trima Handphone Dopod 595 gratis dari Kantor. Handphone ini adalah kebijakan perusahaan dalam rangka menyongsong era 3G. Jadi tiap karyawan tidak ada alasan lagi nda ngerti 3G kalo ditanyain oleh pelanggan. Sejalanlah dengan salah satu budaya perusahaan, Customer Intimacy.
Tapi ada 3 hal yang membuatku kurang sreg sama nih Dopod:
Dijual, dijual, dijual.. Dopod 595, bisa charging pake port USB, browsing lebih asyik, imel kantor (Microsoft Exchange only) bisa ActiveSync :)
*apa di' sanksi administratifnya, berat nda ya...*
Tapi ada 3 hal yang membuatku kurang sreg sama nih Dopod:
- Operating Systemnya adalah Windows Mobile. Ka Sy sudah sangat nyamanmi dengan Symbian OS. Soalnya banyak skali aplikasi symbian yang sy andalkan untuk sehari-hari yang entah apa WinMobile bisa provide, seperti:
- Field Test, buat ngintipin network 2G (sayang di 3G nda jalan)
- Celltrack, buat ngeliatin Cell ID BTS.
- MumSMS untuk memfilter SMS Network Alarm yang tiada henti
- Gina, juga buat filter SMS.
- Papyrus, Scheduler buat sehari-hari
- Handy Dates, buat reminder ultah
- System tools, buat flight mode, matiin running aplikasi, ganti logo.
- dll... dlll..
- Waktu terima tuh Handphone ada Surat pernyataan yang mesti Sy tandatangani. Dan setelah Sy baca baik-baik, Handphone ini kok terasa jadi beban yah.. ka diisitu disebutin:
- Adalah aset kantor dan jadi tanggung jawab pemegang selama 2 tahun.
- Selama 2 tahun tidak boleh dijual atau dipindahtangankan. (kalo digadaikan?)
- Bersedia menerima sanksi administratif bila melanggar point-point (ada 8 kalo nda salah) dalam surat pernyataan tsb.
- Sy telah jatuh cinta sama E90 :)
Dijual, dijual, dijual.. Dopod 595, bisa charging pake port USB, browsing lebih asyik, imel kantor (Microsoft Exchange only) bisa ActiveSync :)
*apa di' sanksi administratifnya, berat nda ya...*
Thursday, May 03, 2007
Training: Creating Service Culture
30 April - 2 Mei 2007
Waktu dapat kabar dari SDM untuk ngikutin training ini seperti biasa Sy tanggapi dengan; SUKA CITA! ya iyalah.. jokka lagi, jakarta lagi, nambah mileage gff lagi... ah senangnya :)
Oh yah sekarang yang versi sedikit serius... Selain SUKA CITA karena 3 hal tadi.. juga karena memang trainingnya kedengaran sangat menarik, CREATING SERVICE CULTURE. Ih pasti seru ini, kapan lagi bisa belajar "MELAYANI" toh..?
Tapi.. Sayang sekali 3 hari training berlangsung ekspektasi Sy tidak wujud. Dari awal sudah tidak meyakinkan memang. Tidak ada schedule dan tidak ada modul. Abis itu trainernya berganti-ganti, sampai 4 orang. Rasanya 3 hari itu Sy ngikutin 4 training berbeda. Nda terasa benang merahnya blah... orang tali merah saja belum tentu bisa kurasa...
Ok, Lupakan soal benang merah. Ada satu cerita yang menarik di hari pertama. Si Bapak Trainer ini sepertinya fokus materinya ada di creativity, My favorite. Si Bapak membuat tantangan bagi siapa saja yang bisa menjawab 9 dari 10 soal maka seluruh kelas akan ditraktir dengan budget 5 Jt. Sayang sekali Sy cuma bisa dapat 7 padahal mestinya bisa 9.
Yang pertama karena Sy telat sadar kalo soal-soal yang diberikan adalah soal-soal tricky. Kita mesti keluar dari belenggu asosiasi sehari-hari yang sudah begitu kental untuk menjawabnya, open mind gitu lah. Ya mirip-mirip virus tktQ+ kemarinlah :). Soalnya adalah Soal#1: "Apa yang anda ketahui tentang Gudang Garam?" jawaban umumnya adalah Rokok tapi yang sebenarnya adalah ya gudang tempat nyimpan garam. Moka ralatki tapi karena peraturannya nda boleh ada coretan di kertas jawaban yo wes... SALAH.
Yang kedua karena Sy rasa si Bapak agak curang. Tapi karena salah satu butir dari peraturan adalah "Jawaban juri tidak dapat diganggu gugat" sudahmi.. salah meka. Soalnya adalah soal#7 (kalo nda salah): "Berapa separuh dari 8?" jawaban yang benar menurut si Bapak adalah 4, padahal kalo diliat dari tren jawaban dari soal-soal harusnya bukan itu jawabannya. Sy sudah sangat PD kalo jawabannya adalah 0. Kan dia bilang separuh, bukan setengah.. But He's Ruled huh... SALAH lagi.
Nyaris saja makan-makan.. :D
soal#6 Sy angkat tangan, susahki memang: "Bagaimana membuat IX (angka romawi) menjadi 6?
Waktu dapat kabar dari SDM untuk ngikutin training ini seperti biasa Sy tanggapi dengan; SUKA CITA! ya iyalah.. jokka lagi, jakarta lagi, nambah mileage gff lagi... ah senangnya :)
Oh yah sekarang yang versi sedikit serius... Selain SUKA CITA karena 3 hal tadi.. juga karena memang trainingnya kedengaran sangat menarik, CREATING SERVICE CULTURE. Ih pasti seru ini, kapan lagi bisa belajar "MELAYANI" toh..?
Tapi.. Sayang sekali 3 hari training berlangsung ekspektasi Sy tidak wujud. Dari awal sudah tidak meyakinkan memang. Tidak ada schedule dan tidak ada modul. Abis itu trainernya berganti-ganti, sampai 4 orang. Rasanya 3 hari itu Sy ngikutin 4 training berbeda. Nda terasa benang merahnya blah... orang tali merah saja belum tentu bisa kurasa...
Ok, Lupakan soal benang merah. Ada satu cerita yang menarik di hari pertama. Si Bapak Trainer ini sepertinya fokus materinya ada di creativity, My favorite. Si Bapak membuat tantangan bagi siapa saja yang bisa menjawab 9 dari 10 soal maka seluruh kelas akan ditraktir dengan budget 5 Jt. Sayang sekali Sy cuma bisa dapat 7 padahal mestinya bisa 9.
Yang pertama karena Sy telat sadar kalo soal-soal yang diberikan adalah soal-soal tricky. Kita mesti keluar dari belenggu asosiasi sehari-hari yang sudah begitu kental untuk menjawabnya, open mind gitu lah. Ya mirip-mirip virus tktQ+ kemarinlah :). Soalnya adalah Soal#1: "Apa yang anda ketahui tentang Gudang Garam?" jawaban umumnya adalah Rokok tapi yang sebenarnya adalah ya gudang tempat nyimpan garam. Moka ralatki tapi karena peraturannya nda boleh ada coretan di kertas jawaban yo wes... SALAH.
Yang kedua karena Sy rasa si Bapak agak curang. Tapi karena salah satu butir dari peraturan adalah "Jawaban juri tidak dapat diganggu gugat" sudahmi.. salah meka. Soalnya adalah soal#7 (kalo nda salah): "Berapa separuh dari 8?" jawaban yang benar menurut si Bapak adalah 4, padahal kalo diliat dari tren jawaban dari soal-soal harusnya bukan itu jawabannya. Sy sudah sangat PD kalo jawabannya adalah 0. Kan dia bilang separuh, bukan setengah.. But He's Ruled huh... SALAH lagi.
Nyaris saja makan-makan.. :D
soal#6 Sy angkat tangan, susahki memang: "Bagaimana membuat IX (angka romawi) menjadi 6?
Subscribe to:
Posts (Atom)
