Wednesday, January 04, 2017

Gorontalo, Bahagiaku!

4 tahun di Sumbagsel adalah masa-masa tidak 'mempernyamankan' lidahku. Lempah kuning, pindang dan pempek tidak bisaka na kasi bahagia.

Meski lidah tidak bahagia jangan menyangka menguruska. Catat!, makan bahagia dan makan kenyang itu beda. Beda banget. Dan Alhamdulillah Sy punya skill makan banyak meski tidak bahagia.

Lain cerita di sini..

Meski masih berjarak 1 jam terbang ke kampung halaman tapi kuliner nya sudah kembali ke selera asal. Nasi kuning, Sanggara' lame dan Coto siap sedia. Sudah begitu ditambah lagi bonus olahan lokal yang juga matching di lidah: Ilabulo, Olahan tuna (sate, dada, telur, goreng rica), Sambal Sagela (manado: sambal roa) dan Ikan Nike. Hmm.. Assipa'na dottoro'.

Jadi timbangan?
Lupakanmi!.
kabayangkanmi saja makan kenyang plus bahagia itu kayak apa.

:)






No comments:

Post a Comment