Tuesday, April 29, 2008

Bulan Sembab


Hujan yang begitu sering menyapu bumi rupanya suka menggoda hujan yang lain di dua mata ini. Sebulanan ini mataku terlalu mudah diprovokasi oleh hatiku sehingga dengan mudahnya meluapkan airnya. Setelah logikaku juga sehaluan dengan hatiku, tiadalah lagi daya untuk bisa membendungnya.

Kondisi porak-poranda seperti ini secara matematis memang pasti terjadi jika dan hanya jika menyangkut satu orang. Karena refleksi perasaannya dengan mudah melingkupiku, ceria dan sedihnya adalah duniaku.

Semenjak mengetahui di mana surga itu berada dan siapakah pemilik seorang laki-laki di dunia ini, cita-citaku tidak pernah lagi jauh dari jawaban itu. Hidupku senantiasa untuk memastikan ada senyum di wajahnya.

Tapi tidak untuk saat ini. Kesedihannya tidak bisa kusibakkan, airmatanya tidak mampu kuredakan. Kuhanya bisa terpekur meleleh tiada daya.

*sigh*

Bulan ini segera lewat, tinggal sehari lagi. Asa dan doa kembali menyeruak, semoga dengan berlalunya dia, sembab ini dibawanya serta.

5 comments:

  1. Bulan bisa sembab juga yah...kirain cuma Baba Rafi yang bisa sembab, ups tuh kebab ya..hehe...Cheer up bro, setelah hujan kan biasanya ada pelangi... :)

    ReplyDelete
  2. maaf kalo lemot tapi kek na ada yang lagi bersedih hati.
    hiks.....................

    ReplyDelete
  3. edede...
    sembabnya itu karena terlalu lama berenang...
    coba sekali2 ke tepian..

    ReplyDelete