Thursday, February 14, 2008

Rolling

Sebuah isu Rolling Staf menyapa Sy menjelang siang tadi. Sebenarnya yang kayak ginian sih biasa aja dan lumrahlah dalam sebuah perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang. Hanya saja karena nama Sy ada di dalamnya, jadilah Ia terasa wah.

Dalam penerimaan pertama yg terasa adalah, Sy guagal. Batinku; Seburuk-buruk tinggal kelas masih bisalah dibilang oke ketika bandingannya dengan turun kelas. Nah, Sy adalah yg turun kelas itu. Mo dibandingin dengan apalagi coba. Mo bilang ini: "Seburuk-buruk turun kelas masih mending dibanding tidak sekolah sama sekali" ?. Ah plis deh, garing tauk!.

Selang beberapa waktu Sy tambah stress aja. Rasanya prestasi Sy tidak bisa dibilang buruk. Namun untuk sebuah promosi memang belum selayaknyalah Sy terima, itu sangat Sy maklumi. Pikirku lagi, Seburuk-burukpun pekerjaan Sy yah palingan beringsut ke daerah lain dengan posisi yang samalah. But Demosi?

.......

Beberapa jeda membatin akhirnya Sy bisa sedikit mencerahkan kekalutan Sy sendiri. Teringat doa Sy selama ini ketika terdengar rencana management untuk melakukan rolling seperti ini adalah agar Sy ditempatkan di tempat yg memang Sy mampu dan bisa membawa kebaikan untuk diri Sy, keluarga Sy, Agama Sy, Dunia dan Akhirat Sy. Dengan doa itu pikiran Sy kembali ringan dan tidak lagi memusingkan ukuran tempat baru itu.

Sekarang, semakin lama memikirkan isu itu, senyum Sy semakin melebar, I think I can fit in there. Dan last but not least, pasti ada hikmah dibalik itu.

*lagi menunggu kebenaran dari isu ituh

8 comments:

  1. Terlepas dari isu itu benar atawa salah...saya doakan yang terbaik ajalah...
    Terkadang hal-hal yang menurut kita terbaik untuk kita, belum tentu terbaik dimata-Nya...

    ReplyDelete
  2. Ternyata Isunya menasional yah.
    Saya juga kena, om.
    Lagi siap2 cari obat anti malaria.

    ReplyDelete
  3. @yani: thanks doanya Sista
    @ucha: yg bener cha? ada yg promosi nih kayaknya ;)

    ReplyDelete
  4. Sepertinya bukan isu ....
    Tapi to be truth juga belum tentu.
    Mudah-mudahan hal itu ada hikmahnya.
    Tapi posisi itu saya rasa bukanlah turun kelas. Malahan kalau kita perform disitu lebih gampang kelihatan. Saya sendiri dalam hati berkata "saya masih lebih suka posisiku sekarang daripada nanti posisi yang mau kutuju. Because i still idealist." So sama jaki juga ces

    ReplyDelete
  5. Dan saya baru tahu yang ngajak ko kesitu. Ex Bos Kita yang suka ngajak main bowling itu tuch. Kayakanya dia ngefans sama kau ces ... atau masih penasaranki, kau kalaki main bowling kali ....

    ReplyDelete
  6. @madces: thanks bro, your story really help :) cuma soal ex Bos kita yang satu itu, Sy jadi teringat sama teman kita yg sudah di vendor itu :( mudah-mudahan tidak terjadiji padaku :D CHAYYO!

    ReplyDelete
  7. top markotop untuk closing nya :

    "...
    Sekarang, semakin lama memikirkan isu itu, senyum Sy semakin melebar, I think I can fit in there. Dan last but not least, pasti ada hikmah dibalik itu.
    ..."

    jadi, kapan main bowling lagi.??/

    ReplyDelete
  8. @bapa'na Alzam: Bowling? lupa meka carana.. Futsal mo ntar sore, nda pernah moko lagi main, wokeh :D

    ReplyDelete