Tidak seperti di postingan yg ini, Sy tidak pernah me-manage karir Sy sendiri. Karir Sy sepenuhnya Sy serahkan kepada Allah sub'hana wata'ala. Lain tidak.
Apa yang Sy lakukan hanya melakukan tugas-tugas sebaik dan semampu Sy dan meniatkannya sebagai ibadah.
Bagi Sy reward dari kantor hanyalah bagian yg kecil karena bagian besar yg Sy harapkan adalah reward dari Allah sub'hana wata'ala.
Tuesday, November 13, 2012
Monday, November 12, 2012
Career Management
2 pekan lalu Sy ikut training yg salah satu bahasannya adalah tentang Career Management (CM). Alhamdulillah, tambahan ilmu yg luar biasa.
Di CM ini diajarkan bahwa karir ada di tangan kita sendiri, tidak di HR tidak pula di Bos. Kitalah yang paling bertanggung jawab hendak seperti apa karir kita kelak.
Untuk itu kita mesti punya vision 5 tahun kedepan kita mau seperti apa. Buat Plan A, Plan B dan Plan C nya. Kemudian bangun kompetensi kita sendiri untuk ketiga plan tersebut.
Konon perusahaan-perusahaan yg sukses akan menginvestasikan 8-12 % dari keuntungannya untuk R & D, untuk pengembangan Perusahaan.
Nah kita pun mestinya demikian, let's say 10% dari gaji mesti kita gunakan untuk self development untuk persiapan mencapai Plan A, B dan C. Self development ini misalnya dengan beli buku, ikut seminar, magang, kuliah lagi dan lainnya.
Dalam karir ada siklus 3 tahunan. Tahun pertama Learn, tahun kedua Performing dan tahun ketiga Developing. Yang krusial adalah di siklus ketiga, dalam tahun ini kita mesti sudah menyiapkan diri untuk promosi dengan developing our self. Jadi kita mesti tahu dan menguasai kompetensi apa saja yg dibutuhkan untuk posisi tersebut. Sambil developing our self kita juga develop orang lain yang kita siapkan untuk mengambil alih tugas dan kompetensi kita ketika kita 'pergi'. So tidak ada lagi alasan si bos nahan-nahan kita karena kita belum kompeten di tangga berikutnya atau karena tidak ada yg bisa gantiin kita ketika kita 'pergi'.
Pergi pake tanda kutip?. Ya, karena bisa berarti 2 hal. Yang pertama kita sukses pindah ke posisi yg lebih tinggi (Plan A) atau yang kedua kita pergi mencari perusahaan lain yg bisa menghargai kita lebih baik (Plan B) karena di perusahaan yg sekarang ini tidak ada peluang untuk promosi.
Bila kita sangat kompeten maka perusahaan-perusahaan lain akan berlomba-lomba... ehm, okelah dalam kasus kita yang sudra ini perusahaan tidak sampai berlomba-lomba lah tapi bersedia atau sangat bersedia menghargai kompetensi kita dengan lebih baik.
Lah trus kalo ternyata tidak ada perusahaan yg nerima? this is why we create Plan C. Kita masih bisa jadi enterpreneur, peternak, padangkang atau paggalung!.
Just don't give up and keep your career in your hand.
Di CM ini diajarkan bahwa karir ada di tangan kita sendiri, tidak di HR tidak pula di Bos. Kitalah yang paling bertanggung jawab hendak seperti apa karir kita kelak.
Untuk itu kita mesti punya vision 5 tahun kedepan kita mau seperti apa. Buat Plan A, Plan B dan Plan C nya. Kemudian bangun kompetensi kita sendiri untuk ketiga plan tersebut.
Konon perusahaan-perusahaan yg sukses akan menginvestasikan 8-12 % dari keuntungannya untuk R & D, untuk pengembangan Perusahaan.
Nah kita pun mestinya demikian, let's say 10% dari gaji mesti kita gunakan untuk self development untuk persiapan mencapai Plan A, B dan C. Self development ini misalnya dengan beli buku, ikut seminar, magang, kuliah lagi dan lainnya.
Dalam karir ada siklus 3 tahunan. Tahun pertama Learn, tahun kedua Performing dan tahun ketiga Developing. Yang krusial adalah di siklus ketiga, dalam tahun ini kita mesti sudah menyiapkan diri untuk promosi dengan developing our self. Jadi kita mesti tahu dan menguasai kompetensi apa saja yg dibutuhkan untuk posisi tersebut. Sambil developing our self kita juga develop orang lain yang kita siapkan untuk mengambil alih tugas dan kompetensi kita ketika kita 'pergi'. So tidak ada lagi alasan si bos nahan-nahan kita karena kita belum kompeten di tangga berikutnya atau karena tidak ada yg bisa gantiin kita ketika kita 'pergi'.
Pergi pake tanda kutip?. Ya, karena bisa berarti 2 hal. Yang pertama kita sukses pindah ke posisi yg lebih tinggi (Plan A) atau yang kedua kita pergi mencari perusahaan lain yg bisa menghargai kita lebih baik (Plan B) karena di perusahaan yg sekarang ini tidak ada peluang untuk promosi.
Bila kita sangat kompeten maka perusahaan-perusahaan lain akan berlomba-lomba... ehm, okelah dalam kasus kita yang sudra ini perusahaan tidak sampai berlomba-lomba lah tapi bersedia atau sangat bersedia menghargai kompetensi kita dengan lebih baik.
Lah trus kalo ternyata tidak ada perusahaan yg nerima? this is why we create Plan C. Kita masih bisa jadi enterpreneur, peternak, padangkang atau paggalung!.
Just don't give up and keep your career in your hand.
Wednesday, November 07, 2012
Visi & Misi
Sy tidak pernah berpikir tentang visi dan misi sebelumnya sampai ketika februari lalu Sy ikut assessment.
Sebagai persiapan assessment Sy konsul dengan seorang sahabat. Salah satu masukannya adalah untuk menyiapkan visi dan misi. Aggresor eh assesor terkadang ada yg nekat nanyain.
Cukup lama Sy pusing memformulasikan visi dan misi ini sampai Sy teringat salah satu hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berikut:
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Dan kemudian akhirnya Sy tahu itulah mimpi Sy, visi dan misi Sy, menjadi manusia yang bermanfaat, sebesar-besar manfaat I can be.
Sebagai persiapan assessment Sy konsul dengan seorang sahabat. Salah satu masukannya adalah untuk menyiapkan visi dan misi. Aggresor eh assesor terkadang ada yg nekat nanyain.
Cukup lama Sy pusing memformulasikan visi dan misi ini sampai Sy teringat salah satu hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berikut:
عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «
المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم
للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Dan kemudian akhirnya Sy tahu itulah mimpi Sy, visi dan misi Sy, menjadi manusia yang bermanfaat, sebesar-besar manfaat I can be.
Subscribe to:
Posts (Atom)