Daisypath Anniversary tickers

Sunday, April 25, 2010

Menyambut Buah Hati

Malam tadi istri tiba-tiba meminta Sy pulang karena early warning alarm kelahiran on. Sudah ada tanda-tanda awal yang muncul yaitu lendir dan bercak darah. Sesuai info dari dokter, tanda-tanda sebegitu menandakan dalam hitungan 1 atau 2 hari baby-nya akan mbrojol.

Setelah grasa-grusu sana sini tiket Alhamdulillah dapet. Karena kebetulan juga Pak BigBoss menyertakan Sy untuk ikut meeting di Juppandang, jadilah mudiknya dibayarin.

-----

Sepanjang perjalanan tadi Sy tidak henti-hentinya berlatih Adzan dan Iqomah sebagai persiapan untuk telinga kanan dan kiri bayi Sy nanti. Persiapan ini penting karena 2 hal:
  1. Suara Sy tidak merdu. Jadi mesti dilatih volume yang pas sehingga telinga Si Baby tidak menderita
  2. Nafas Sy pendek. So mesti diatur alunan suara sehingga tidak sampai kehabisan suara karena nafasnya habis.
Turun dari pesawat setelah berlatih sekitar 30 menitan, Sy sudah lebih PD untuk menyambut Sang Buah Hati.

Monday, April 12, 2010

Tabung Gasku

Hari ini kembali ceria, kompor gasku kembali bekerja dengan baik setelah termanyun selama seminggu lebih karena terbocor.

Gimana tidak ceria, aktifitas seputaran rebus mie, nggoreng telur, nggoreng nugget dan masak air yang sudah kental mengalir dalam darahku, kembali normal setelah lumpuh sepekanan lebih.

Sebagai pemula dalam hal perkomporgasan, Sy salah menyimpulkan penyebabnya. Berhubung regulatornya sudah hampir 2 tahun terpakai, Sy menyimpulkan regulatornya sudah aus. Dengan PeDe Sy beli regulator baru, pasang dan voila... tabung gas kembali mendesis!.

Geblek. Rupanya masalah bukan pada regulator anda. Mana mahal lagi tuh barang.

Di kantor Sy kemudian berdiskusi dengan para ahli dalam dunia perkomporgasan (yang mana hal  ini mestinya Sy sudah lakukan sedari awal. Tapi faktor sok tahu dan menyepelekan masalah yang membuat Sy tidak melakukannya, Cidda'ko!). Dengan cepat para ahli menyimpulkan penyebabnya adalah cincin karet tabung yg rusak dan mesti diganti.

Untuk cincin karet ini bisa diminta di tempat pembelian/penukaran tabung gas. Tapi karena Sy belinya sudah lama maka Sy ke tempat penukaran tabung gas untuk minta penggantian karet. Alhamdulillah penggantiannya gratis.

Dan semudah itu saja.

Pelajaran yg berharga, seharga sebuah regulator. Bottom linenya adalah jangan sok tahu. Nda ngerti ya tanya, ragu-ragu lebih baik kembali (lah kok kayak tentara? hehehe).

kalo ada yang berminat regulator murah silakan hubungi Sy. Sy kelebihan satu tuh ;)

Tuesday, April 06, 2010

Jujur

"Kejujuran itu seperti es krim. Bila tidak dilahap bakalan cepat meleleh, hilang ditelan hawa panas. Bisep di tangan itu kan otot fisik, nah kejujuran itu otot mental dan otot harus dilatih terus agar kuat. Dan untuk hari ini latihan kejujuran gue: Jujur pada diri sendiri". (klo nda salah AADC)
Memang sih, bakal ada problem jangka pendek berlaku jujur. Sesaat orang mungkin jengah tapi pada akhirnya (maybe takes time, a very long time maybe) kejujuran akan memenangi dirinya sendiri.
Dilain kesempatan berlaku jujur dianggap tidak beretika. Tapi percayalah, anggapan demikian hanya terjadi di lingkungan yang memang tidak terbiasa jujur.

Tapi Sy masih percaya pepatah lama yang mengatakan bahwa 'kejujuran itu adalah mata uang yg berlaku dimana saja.

Oleh karenanya Sy selalu sedapat mungkin mempraktekkan kejujuran ini meski kadang itu bisa mengancam reputasi Sy atau mungkin berpotensi menyungging lawan bicara. Namun sebaliknya, ketika seseorang berkata dan berlaku jujur, Sy akan merasa tersanjung dan reputasi orang itu akan naik di mata Sy.

Tapi sayang sore ini Sy gagal.

Terlepas dari kondisi Sy yg sedang sakit kepala, masuk angin dan hasrat yang kuat untuk segera rebahan, tetap saja Sy gagal.

Kejadiannya begini..

Setiba di rumah dan kemudian memarkir motor, tiba-tiba seorang ibu-ibu bermotor singgah dan bertanya, "Pak, ada koran bekas?". Sy kemudian menjawab, "Tidak ada, Bu". Dan kemudian si Ibu berlalu dengan senyuman dan Sy berjalan masuk rumah.

Setelah sholat magrib, Sy rebahan sambil teringat kejadian tadi. Sy merasa sangat tidak nyaman, Sy telah berbohong!.

Kenyataannya di rumah ada beberapa lembar koran bekas yg biasanya Sy beli di weekend. Sy tidak habis pikir mengapa Sy mesti tidak jujur. Memang koran-koran yang tidak seberapa itu Sy simpan sebagai persediaan pembungkus kala diperlukan, tapi kan Sy tidak harus berbohong karena keengganan Sy memberikan koran-koran itu. Mestinya Sy bisa lebih cerdas menjawab ibu itu untuk menjaga sebuah kejujuran. Maafkan Sy ya Bu..

Argh... the damage is done. Sy telah menurunkan reputasiku sendiri di mataku sendiri dan menyungging perasaan dan benakku sendiri. Es krim yang nikmat itu telah meleleh ditelan hawa panas. Huff...