Daisypath Anniversary tickers

Wednesday, December 24, 2008

Decide!

Kégana mumaberrekkeng,
buaja bulu’édé,
lompu’ walennaé?

(Mana lebih kau suka,
buaya gunung,
atau lumpur sungai?)


*bisa nda sih digabungkan sahaja Macan dan Pasirnya :)
*terus, kalo memang bisa, nemunya dimana yak?

Saturday, December 20, 2008

Mengejar Sumbu Kompor


Rasanya masih kayak mimpi urusanku dgn perkuliahan akhirnya kelar juga. Se-november-an sy berkutat dengan seminar dan skripsi. Membuat tulisan dengan alur mundur (aplikasinya jadi duluan baru konsepnya dirancang :) dengan literatur dan waktu yang sangat terbatas. Sungguh sebuah contoh manajemen waktu dan perasaan (iyo gang, sempatka esmosi) yang sangat buruk. Bukti lekatnya Sistem Kebut Semalam atawa Sangkuriang Project Methode. (Tapi suwer, tidak ada Jin, Demit atau sejenisnya yang terlibat dalam penyusunan tugas akhir ini).

Sebenarnya jalan Sy cukup lancar dan lega. Masuk september 2002 dan tuntas di maret 2006. 148 sks sebagai syarat pengajuan TA sudah di tangan. Hanya saja Sy tdk bisa menuntaskannya karena tidak ada karya yg mampu Sy hasilkan. Problemnya adalah tidak ada bahasa pemrograman yg Sy bisai sehingga tdk ada aplikasi yg bisa Sy buat (meskipun level yg Sy jalani adalah sarjana tapi kampusku tetap menuntut mahasiswanya tdk sekedar menjadi seorang analis tapi mesti sekaligus programmer). Jadilah Sy ngadat selama 2 tahun.

Konon, ada jalur 'lain' yg bisa ditempuh untuk mengatasi kendala ini, semacam lewat jendela, pintu belakang dlsb. Tapi karena masih idealis, sy memilih menyusahkan diri belajar dari nol dan membangun aplikasi sendiri.

---

Now, Let's skip those 2 longing years :)

Sebuah aplikasi akhirnya bisa Sy hasilkan. Aplikasi yang sangat sangat sederhana, simple, tidak rumit, tidak hi-tech bahkan diduga kuat tdk bermutu. Tapi biarpun begitu, aplikasi itu aseli mbangun sendiri (yg diiringi naik turunnya semangat dikarenakan miskinnya pengetahuan), sehingga jika suatu saat nanti ada yg meragukan ijazahku ketika fit & proper test buat jadi presiden, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan tentunya :)

Setelah seminar proposal Juli lalu, paper worknya baru Sy tuntaskan November kemarin. Maklumlah heavy work melanda (ya, ini ngeles). Vakum lagilah beberapa bulan. 

Barulah setelah berjumpa salah seorang dosen ketika jumatan Sy terlecut untuk meneruskan TA-nya. Kuliah motivasi singkat di awal November itu memberi semangat sekaligus shocking threat. Dari situ Sy jadi tahu kalau sidang skripsi terakhir 29 November dan wisuda rencananya 20 Desember. Spare waktu yang hanya 2 mingguan inilah yang membuat Sy shock, tapi dengan benak yg sama Sy meyakinkan diri bahwa Sy bisa.

Pulang jumatan dan seterusnya, dengan spartan Sy mengerjakan skripsi. Total 7 hari cuti tahunan di kantor Sy habiskan. Sayangnya tetap saja tenggat yang kurang dari 2 pekan itu terlewatkan juga. Belum lagi beberapa urusan administrasi juga belum terselesaikan. Dengan gontai Sy ke kampus hendak menunda sidang ke semester berikutnya. Tapi rupanya Allah hendak memudahkan Sy, ternyata ada jadwal ekstra untuk sidang tanggal 1 dan 2 Desember. Sabtu 29 November itu menjadi hari yang panjang dan melelahkan. Dan Alhamdulillah semua urusan Sy tuntaskan.

1 Desember jam 14.00 giliran Sy sidang. Seumur-umur ikut yg namanya ujian, tak pernah rasanya sy se-PeDe itu. Selama 1 jam sidang, pertanyaan-pertanyaan dosen penguji seputar konsep dan rancangan aplikasi bisa Sy jawab. Ajaibnya aplikasi buatan Sy tidak diutak-atik dan cukup dilihat-lihat screenshootnya saja. 

Sy kemudian diminta keluar untuk memberi waktu Tim penguji untuk mengambil keputusan. Dan beberapa saat kemudian Sy dipanggil masuk kembali. Kemudian Ketua Tim penguji yang terkenal killer itu dalam suasana yang cukup horor berkata: "Anda kami nyatakan.. tidak.. Mengulang". Fiuh.. legana kawe :)

---

Dalam Yudisium 10 hari lalu Sy jadi tahu raihan IPK dan Nilai dari Skripsiku. Alhamdulillah sangat memuaskan. Soalna dengan status sebagai mahasiswa partimer, raihan sebegitu lumayan ajib dan tentunya cukup-agak-sedikit-hampir membanggakan. Ji.

Semoga rasa bangga yg meskipun berkaliber kecil ini bisa sampai pada Bunda dan Bapak yang turut hadir di Wisuda hari ini. Semua ini sungguh Sy persembahkan untuk keduanya. 

---

Well, jalan panjang selama 6 tahun tamat sudah, wisuda barusan menasbihkan Sumbu KOMpor tersandanglah di pundak, dan tentunya pengejaran yang satu ini berakhirlah sudah. Waktunya fokus digeser untuk mengejar yang lain. Mengejar si ana' dara mabbaju selleng tentunya. Doakan Sy.

Saturday, December 13, 2008

Panimbolo'

Dari sekian banyak futsal game yg pernah sy mainkan, kyknya baru yang tadi malamlah yang meninggalkan cedera di kaki. Cederanya tidak parah sih, tulang keringku cuma tergores saja. Entahlah apa kena sepatu, apa beradu dengan kaki lawan. Hanya saja saat ini goresan itu terasa perih, dikit.

Cedera seperti ini cukup jarang sy alami karena memang gaya main sy yang elegan (ele-ele ganjen?). Gaya yang lebih menghindari kontak fisik dan mengutamakan seni menggoreng (krupuk?) bola. Kira-kira tipikalnya kayak Robinho lah. Jadi bukan yang tipe destroyer yang jobdescnya tabrak-tabrakan, sruduk-srudukan dan tekel-tekelan kayak abang gattuso, mas cherano ato daeng bahar muharram.

Cedera di tulang kering ini jadi mengingatkan sy pada masa-masa SD dulu, masa dimana Sy sedang jahiliyah-jahiliyahnya. Waktu itu, salah satu kakek Sy yang terkenal sakti di kalangan keluarga, demi mengetahui hobby sy bermain bola segera menurunkan salah satu ilmunya. Beliau mengajari sy mantra sakti agar kuat mappasi'baa, yaitu beradu tulang kering ketika main bola. Orang bugis mengistilahkan mantra sejenis ini panimbolo'. Oh yah, untuk orang bugis mappasi'baa adalah salah satu parameter kehebatan bermain bola. :)

Segera ketika Sy sudah hapal rapalan dan tata caranya, Sy gunakan kala main bola di sekolah. Ketika ada kesempatan perebutan bola, tak ragu sy mengayunkan kaki untuk mappasi'baa. Dan ajaib, lawan sy waktu itu meringis kesakitan dan mendapati tulang keringnya benjol dan membiru sedangkan sy tidak merasakan apa-apa.

Pastinya sih itu kebetulan belaka, karena seingat sy, hanya sekali itulah panimbolo' ku berhasil. Di percobaan-percobaan lain, meski sudah konsentrasi penuh dan penuh khusuk, tulang keringku jugalah yang mengharu biru lebam. Kegagalan-kegagalan itu kemudian membuat sy tidak mempercayai lagi yang namanya panimbolo' dan tidak pernah lagi mappasi'baa. Dan pada akhirnya mengubah gaya mainku seperti sekarang ini.

By the way, Sy masih ingat utuh rapalan dan tata cara panimbolo'ku. Tapi maap yah, Sy tidak berniat menurunkan ilmu ini. Selain karena panimbolo' ini cuma bisa sekali pakai saja juga karena ternyata adalah prilaku syirik.

Thursday, December 11, 2008

Miladka, lagi :)

Hari ini Sy milad lagi setelah nyaris sebulan sebelumnya Sy juga milad. Kalo november kemarin Sy milad yang ke-30, nah hari ini Sy miladnya yang ke-31.

Kok bisa? 
ya bisalah. Ka sistem kalendernya beda. Milad yg November pake Masehi dan Milad hari ini pake penanggalan Hijriah. 

Trus kok angka tahun miladnya beda?
ya bisa dong. Penanggalan Masehi setahunnya 365 hari, sedangkan Hijriah 354-an hari. Jadi ada selisih 9~10an hari toh. Nah setelah 30an tahun , miladnya akan berselisih setahun. 

Sy sendiri milad terdekat dimana 14 November dan 13 Dzulhijjah nyaris bersatu kembali seperti di tahun 1978 adalah di 2010, dimana 13 Dzulhijjahnya jatuh di tanggal 19 November. Kalo untuk kembali persis seperti kenangan indah 30 eh 31 tahun yang lalu entahlah kapan bisa terjadi, sepertinya sih not in my life time.

Curious want to know yours? langsungmi ke sini.

dan lagi deh.. Happy 31st Milad my Self, 13 Dzulhijjah 1429 H :)